Sakit Sendi

Sakit Sendi – Sendi adalah tempat pertemuan antar tulang. Tulang dapat bergerak dengan leluasa karena adanya sendi. Jika sendi kekurangan minyak sendi atau bekerja terlalu berat dapat menyebabkan osteoarthiis. Osteoarthritis adalah peradangan pada sendi karena kekurangan minyak sendi sebagai pelumas sehingga tulang saling bergesekan dan menimbulkan nyeri sendi.

Sakit Sendi

Sakit Sendi

Penyakit Nyeri Sendi

Tulang adalah penyangga dan pembentuk rangka tubuh. Seiring dengan bertambahnya usia tulang mengalami penurunan kepadatan tulang atau kekurangan kalsium. Osteoporosis adalah penyakit dimana tulang kehilangan kepadatannya sehingga menajdi keropos dan rapuh.

Tulang dan sendi adalah bagian kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tulang dibentuk pertama kali ketika kita masih ada di dalam kandungan. Tulang membentuk bagian-bagian tubuh dan mengalami pertumbuhan seiring pertambahan usia. Sendi membuat kita dapat bergerak bebas, berjalan, melompat bahkan berlari. Jika salah satu diantarnaya mengalami kerusakan maka akan mengganggu fleksibilitas gerak.

Persendian merupakan salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan kesehatannya sejak muda agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Gangguan yang timbul dapat berupa rasa sakit/ngilu di persendian akibat proses peradangan, sehingga dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Masalah persendian dapat mengenai siapa saja dan kapan saja, oleh karena itu tidaklah salah jika kita mulai mengkonsumsi suplemen kesehatan khusus untuk sendi dari sekarang untuk menghindari cacat fisik yang dapat ditimbulkan karena masalah sendi.

Tumbuhnya tulang di sekitar sendi akan mengganggu gerakan dan menyebabkan sakit jika sendinya aktif. Sakit sendi juga dapat terjadi ketika terjadi perubahan cuaca atau setelah latihan, dan ada tekanan pada sendi. Rasa sakit tersebut dapat hilang setelah berisitrahat. Selain nyeri sendi, sendi juga terasa kaku di pagi hari atau setelah bangun tidur dan istirahat.

Gejal Sakit Sendi

Penyakit radang sendi yang terjadi bukan hanya penyakit osteoarthritis saja namun juga penyakit radang sendi atau sakit sendi yang lainnya. Gejala yang umum muncul pada penyakit radang sendi ini adalah seperti :

  1. Pembengkakan pada sendi
  2. Warnanya yang kemerahan
  3. Terasa agak hangat
  4. Jika ditekan akan terasa lunak dan juga disertai dengan rasa sakit atau juga rasa nyeri yang muncul. Selain itu, nyeri ini biasanya akan terjadi semakin hebat disaat sedang bangun pagi dan umumnya akan menurun setelah Anda melakukan aktivitas. Nyeri sendi yang terjadi di malam hari akan membuat penderitanya mengalami masalah susah tidur. Kekakuan pada sendi di pagi hari yang menimbulkan gejala sendi menjadi susah digerakkan dan menjadi kurang kuat apalagi disaat Anda bangun selama 1-2 jam. Gela sakit sendi yang lain adalah rasa lelah dan malaise yang terjadi secara umum. Untuk sekitar lebih dari 20% penderita penyakit radang sendi, biasanya akan menunjukkan suatu gejala seperti benjolan yang kecil atau nodul, dan paling utama adalah dibagian jeriji serta pada bagian pergelangan tangan dan juga kaki. Peradangan yang terjadi pada kelenjar mata serta bagian mulut lebih dikenal dengan istilah Sydnrome sjogren. Sindrom ini biasanya ditandai dengan mata yang kering karena terjadinya suatu kerusakan pada bagian kelenjar lakrimalis dan juga bagian salivarius yang biasanya dimediasi dari sistem imun. Dan sekitar 40% kasus yang terjadi biasanya terjadi dengan sendiri misalnya adalah salah satu bentuk primer atau juga akibat sindrom sika. Dan sekitar 60% lainya biasanya terjadi pada penyakit autoimun yang lain misalnya adalah seperti penyakit sakit sendi rheumatoid yang terjadi sekitar 90% sindrom sjogren adalah untuk wanita yang berusia 35-45 tahun.

Dan suatu antigen yang menjadi penyebab sakit sendi adalah terletak dibagian membran sinovial yang akan diproses selanjutnya lewat antigen presenting cells atau APC yang juga terdiri dari berbagai jenis sel misalnya adalah seperti sel sinoviosit A, dan juga sel dendritik atau juga makrofaf yang memang semuanya bisa membantu untuk mengekspresikan suatu determinan HLA-DR untuk membran pada selnya. Antigen yang sudah diproses tadi dikenal dan kemudian diikat menggunakan sek CD4+ bersamaan dengan determinan HLA-DR yang ada pada permukaan membran APC tadi kemudian membentuk suatu kompleks trimolekular. Kompleks dari trimolukelar ini biasanya dibantu dengan bantuan interleukin-1 (IL-1) yang juga dibebaskan dengan monosit serta makrofag untuk selanjutnya yang bisa menyebabkan dari terjadinya aktivasi pada sel CD4+.

Dan untuk tahap selanjutnya dari sakit sendi kompleks antigen tromolekular tadi kemudian akan mengekspresikan reseptor interleukin-2 (IL-2) untuk permukaan pada CD4+ IL-2 yang sudah dieksresi dari sel CD4+ biasanya akan mengikatkan diri pada bagian reseptor spesifik yang juga pada permukaannya sendiri dan bisa mengakibatkan dari terjadinya mitosis dan juga pada proliferasi sel tadi. Proliferasi sel CD4+ biasanya juga akan berlangsung terus selama proses antigen masih tetap ada di dalam lingkungan tadi. Dan selain itu juga, IL-2 CD4_ yang sudah teraktivasi juga akan mengekskresi yang berbagi pada limfokin lainnya misalnya adalah seperti gamma-interferon, tumor necrosis factor b (TNF-b), interleukin-3 (IL-3), interleukin-4 (IL-4, granulocyte-macrophage colony stimulating factor (GM-CSF) dan juga pada beberapa mediator yang lainnya yang bisa merangsang makrofag bekerja dalam membantu meningkatkan aktivitas dariĀ  fagositosisnya dan membantu merangsang terjadinya proliferasi dan juga pada aktivasi sel B dalam membantu memproduksi antibodi. Produksi dari antibodi lewat sel B ini kemudian akan dibantu oleh IL-1, IL-2, dan juga IL-4.

Sakit Sendi


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Sakit Sendi dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Sakit Sendi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>